Santunan Anak Yatim: Refleksi Kepedulian H. Regen Abdul Aris di Kabupaten Lebak

Santunan Anak Yatim: Refleksi Kepedulian H. Regen Abdul Aris di Kabupaten Lebak

LIDIK BANTEN
- Dengan semangat kepedulian sosial yang tinggi, H. Regen Abdul Aris, S.E., pengusaha sukses sekaligus anggota legislatif terpilih Kabupaten Lebak periode 2024-2029, meluncurkan program santunan rutin untuk anak-anak yatim piatu. Program berharga ini dilaksanakan setiap hari Jumat, di kantor Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, sebagai bentuk nyata dari komitmen H. Regen dalam membagi kebahagiaan dan dukungan kepada mereka yang kurang beruntung.

Pada Jumat, 26 April 2024, acara santunan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kadu Agung Timur, Ibu Haji Nensy Anggraeni, dan warga setempat. H. Regen, dalam sambutannya, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari janjinya untuk mendukung anak-anak yatim dalam mengatasi rintangan hidup.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan motivasi bagi anak-anak yatim piatu untuk terus berjuang meraih impian mereka,” kata H. Regen.

Sejak tahun 2014, H. Regen telah secara konsisten menjalankan kegiatan santunan ini. “Alhamdulillah, hingga saat ini, saya masih diberikan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu,” ungkapnya dengan rasa syukur.

H. Regen berharap bahwa program santunan ini akan terus menyebarkan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak yatim piatu. “Semoga Allah SWT terus mempercayai saya untuk memberikan rizki yang berlimpah,” harapnya.

Program santunan ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat, termasuk dari Ibu Haji Nensy Anggraeni. Beliau mengakui bahwa program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu di desanya.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada H. Regen atas dedikasinya kepada anak-anak yatim piatu,” ucap Ibu Haji Nensy.

Ia juga berharap agar program santunan ini dapat berlanjut dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk turut serta dalam membantu anak-anak yatim piatu.

(Ja’far Al-Haddad)

LihatTutupKomentar